Kamis, 06 Maret 2014

Legenda Asal-usul Desa Bukit Padi



       Konon katanya di kampung telipok terdapat sebuah Hutan yang lebat dan angker.Hutan tersebut jarang sekali di jamah oleh manusia.Itu sebabnya takpernah terjadi kerusakan karena penduduk tidak berani menebang pohon atau menggali kekayaan hutan tersebut disamping kampung telipok sangat terisolir sehingga kampung ini tak tersentuh sedikit pun dari pembangunan pemerintah,karena kampung telipuk menyimpan kekayaan alam yang dapat diandalkan dalam pembangunan masadepan jemaja kedepan.berawal dari keberanian tokoh masyarakat Kecamatan Jemaja dan beberapa rekan-rekannya pada saat itu mereka memberanikan diri untuk merambah hutan karena mereka berfikir pada zaman itu jemaja bisa menjadikan daerah pertanian di kepulauan.Dengan para perembah hutan pada saat itu terbukalah lahan untuk bercocok tanam sehingga kampung telipok berangsur-angsur di tempati orang.
Perambahan hutan semakin terus di lakukan oleh masyarakat pada saat itu,dengan peralatan kapak,parang dan gergaji maka berdirilah pondok-pondok kecil sebagai tempat tinggal para petani yang masuk kedaerah telipok pada saat itu.
     Dengan bermodalkan kerja keras dan keyakinan sehingga tergugahlah hati seorang tokoh masyarakat jemaja pada saat itu untuk membangun kampung telipok dan mengajak rekan-rekannya untuk pindah ke telipok untuk bertani dan bercocok tanam sebanyak 40 kepala keluarga karena mereka yakin lokasi telipok dapat dijadikan lahan produktif dan bisa menghasilkan  sehingga kampung yang terpencil ini bisa maju seperti daerah-daerah lain dan memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.
      Setelah di tempati beberapa orang keluarga kampung telipok semakin di kenal oranbg banyak,kebun dan ladang terhampar luas yang telah di tanami padi cengkeh dan kelapa pada saat itu, sehingga bupati kepulauan riau berkeinginan untuk mengunjungi lahan pertanian yang di buka oleh masyarakat jemaja di kampong telipok pada saat itu sebut saja Bapak FIRMANIDI, S.H. selaku Bupati Kepulauan Riau. Setelah di kunjungi Bupati kepulauan Riau masyarakat telipok semakin giat bekerja dan berjuang untuk memperluas lahan pertanian dengan luasnya lahan tak sebanding dengan tenaga yang ada sehingga Bapak Abdul Manap Samir mnengajak masyarakatb desa impol, Ulu Maras, Keramut dan Sunggak untuk tinggal dan bercocok tanam dikampung telipok.
       Pada tahun1971 Bapak Bupati Kepulauan Riau datang yang kedua kalinya ke Kecamatan Jemaja untuk melihat perkembangan program pertanian dikampung Telipok yang diprakarsai oleh bapak      H. Abdul Manaf Samir, hal ini dilakukan agar masyarakat di telipok diperhatikan oleh pemerintah dalam mengembangkan pertanian di kecamatan jemaja khususnya. Masyarakat telipok meminta kepada bupati agar didatangkan tenaga penyuluh pertanian ke telipok untuk membina pertanian di kampong ini sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud dan berhasil menjadikan kecamatan jemaja sebagai daerah pertanian .
     Semangat membangun daerah semakin menggebu – gebu kemajuan daerah semakin tampak didepan mata. Pada kunjungan pejabat bupati berikutnya ke kecamatan jemaja membawa rombongan sekitar 50 orang dari Dinas Instansi ternasuk anggota DPRD Kepulauan Riau memberikan bantuan dana percetakan sawah seluas 50 ha serta dana pendidikan. Pada saat itu juga Bupati juga membawa tenaga penyuluh pertanian ke kecamatan jemaja. Dalam kunjungan itu tokoh masyarakat jemaja menyampaikan keinginannya yaitu H. Abdul Manaf Samir kepada Bupati Kepulauan Riau yang dijabat oleh Bapak Murwanto, tokoh masyarakat jemaja berkeinginan penduduk jemaja ditambah dengan memasukkan program TRANSMIGRASI sehingga penduduk akan bertambah dalam mengembangkan pertanian di kecamatan jemaja sehingga pembukaan lahan pertanian akan lebih luas dan cita-cita menjadikan jemaja sebagai lumbung padi terwujud.
      Permintaan masyrat jemaja disambut baik oleh Bupati kepulauan Riau dan pada saat itu berdasarkan pengarahannya akan meneruskan permintaan masyarakat jemaja ketingkat pusat melalui KANDEP TRASNMIGRASI yang pada saat itu berkedudukan di Tanjung Pinang. Masyarakat kecamatan jemaja berjanji akan menghibahkan sebagian tanahnya ke pemerintah demi terwujudnya transmigrasi di kecamatan jemaja. Memang untuk memasukkan progran transmigrasi ke jemaja cukup melelahkan dan bahkan banyak rintangan dan hambatan baik dari tingkat masyarakat maupun pemerintah sendiri. Berkat keyakinan dan kerjasama serta koordinasi maka kecamatan jemaja tepatnya kampong telipok disurvei oleh departemen Transmigrasi. Hasil survei menyatakan bahwa daerah telipok benar-benar bisa dijadikan daerah transmigrasi. Setelah ada penetapan dari pemerintah maka pada tahun 1991 mulai dibangun perumahan untuk warga trnasmigrasi sebanyak 200 unit untuk 200 kepala keluarga.
       Pada tahun1992 kampong telipok dimasukkan warga transmigrasi dari pulau jawa sebanyak 120 kk dan 80 kk dari warga lokal. Cita-cita masyarakat jemaja betul-betul terwujud kampung telipok yang dulunya hutan belantara dan hutan sagu sekarang menjadi daerah pertanian yang tangguh serta dapat diandalkan demi kemajuan daerah kepulauan kedepan. Berkat binaan transmigrasi dan kerjasama di Dinas Instansi dan tokoh masyarakat kampung telipok benar – benar menjadi sebuah desa yang tangguh dan berkembang baik dibidang petanian, peternakan dan perkebunan.
       Pada tahun1997 desa binaan transmigrasi ini diserahkan kepada pemerintah daerah kabupaten  sehingga ditetapkan sebagai desa Definitif yaitu dengan nama DESA BUKIT PADI setelah nama desa sudah ditetapkan dan sesuai dengan nama tersebut warga desa bukit padi betul-betul mewujudkan bukit padi sebagai basis pertanian kedepan.
      Penggunaan lahan didesa bukit padi sangat beragam 400 ha dipergunakan untuk lahan pertanian padi sawah yang terdiri dari sawah irigasi setengah tehnis dan sawah tadah hujan 210,5 ha diperuntukan untuk tegalan, pemukiman, perkebunan rakyat, padang pengembalaan, 30 ha diperuntukan sebagai fasilitas umum yang terdiri dari tanah kas desa, sarana olah raga, dan perkantoran pemerintah, sedangkan kawasan hutan lindung dan hutan negara serta tanah rawa-rawa sekitar 110 ha. Hal ini menunjukan bahwa desa bukit padi merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan usaha tani padi, palawija dan perkembangan pertanian lainnya. Disamping potensi pertanian dan perkebunan desa bukit padi juga sangat baik dikembangkan untuk pengembangan ternak sapi bali karena daerah ini kaya akan limbah pertanian serta tanaman legum dan kacang-kacangan yang tumbuh subur dilahan pengembalaan dan baik untuk pakan ternak.
     Dengan bermodalkan luas lahan yang cukup potensial maka desa bukit padi betul-betul akan bisa mencapai lumbung padi seperti yang dicita-citakan sejak awal. Disamping penghasilan beras bukit padi juga pemasok sapi untuk wilayah kepulauan baik di kabupaten maupun propinsi. Hal ini benar-benar akan terwujud tentunya adanya campur tangan pemerintah dalam mewujudkan ini semua sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat. Dan pada saat ini Desa Bukit Padi berada dalam wilayah Kecamatan Jemaja Timur dan dipimpin oleh Kepala Desa Bukit padi yaitu Bapak Amir Fikri.
       Kisah sejarah perkembangan, baik desa maupun Negara adalah pelajaran yang harus kita tahu, tentang siapa kita dan dimana kita berada. Ini adalah kisah asal – muasal  perkampungan kecil bernama Bukit Padi yang dulunya hanya sebuah hutan belantara berkat perjuangan para tokoh masyarakat dan orang tua kami maka sekarang desa  ini sudah layak mendapat sebutan salah satu  Lumbung Padi Masyarakat Kepulauan ANAMBAS KEPRI.